RISALAH – KABAR MERDEKA | Garis nasib dan takdir manusia sudah ditetapkan Alloh sejak zaman azali (alam ruh) dan tertulis di lauhil mahpud. Kemudian ketika bayi di alam rahim berusia 4 bulan, tepatnya 4 bulan sepuluh hari atau 130 hari di alam rahim, melalui malaikat – Nya Alloh meniupkan ruh dan perkara yang empat , yakni tentang bahagia (masuk surga) atau celaka (masuk neraka), amalnya, rezeki dan ajal. Keempat hal tersebut dinamakan takdir. Manusia tidak ada yang tahu bagaimana garis nasib dan takdirnya. Karena yang namanya takdir adalah rahasia Alloh. Perkara gaib. Kita hanya cukup meng-imaninya. Akal manusia tidak akan bisa menjangkau menjelaskan permasalahan takdir. Tugas kita adalah melaksanakan amal soleh untuk meraih kemaslahatan hidup , dan wafat dalam husnul khotimah (akhir yang baik).
Maka jangan pernah mencela, mencemooh perilaku jelek seseorang. Karena kita tidak akan tahu bagaimana nanti keadaan di akhir hayatnya, bisa jadi dia meninggal dalam husnul khotimah. Karena takdir baik sudah mendahuluinya. Begitu pun jangan berbangga dengan amal baik karena kita tidak tahu bagaimana nanti kondisi diakhir hayatnya, bisa jadi dia meninggal dalam su’ul khotimah (akhir yang jelek). Karena takdir buruk sudah mendahuluinya.
Dalam hadits yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim, dari sahabat Abdullah bin Mas’ud, Nabi SAW bersabda :
“Sesungguhnya (setiap) seseorang dari kamu dikumpulkan bahan kejadiannya dalam perut ibunya selama 40 hari dalam keadaan masih berupa setetes air mani, kemudian menjadi segumpal darah selama itu pula (40 hari), kemudian menjadi segumpal daging selama itu pula (40 hari), kemudian diutus kepadanya dan diperintahkan untuk menuliskan empat macam, yaitu (mengenai) rezekinya, ajalnya, amalnya, celaka atau bahagianya, kemudian ditiupkan padanya ruh.
Sesungguhnya seseorang diantaramu ada yang suka mengamalkan amalan surga sehingga tidak ada jarak antaranya dan antara surga itu kecuali satu hasta (tinggal masuk saja), maka karena takdir telah mendahuluinya (dari zaman azali bahwa dia itu termasuk seorang yang celaka), sebelum mati ia melakukan amalan ahli neraka, maka masuklah dia ke dalam neraka. Dan jika seseorang mengamalkan amalan ahli neraka sehingga tidak ada jarak antaranya dengan neraka, melainkan satu hasta (tinggal masuk saja), maka karena takdir telah mendahuluinya (dari zaman azali) bahwa dia seorang yang bahagia) dia telah mengamalkan amalan ahli surga, maka masuklah dia ke dalam surga.”
Allaahu ‘alam bish-shawab.***
@liliguntur














