RISALAH – KABAR MERDEKA | Tidak semua luka meninggalkan bekas di kulit. Ada luka yang justru tersimpan di dalam hati karena ucapan yang menyakitkan, sindiran yang merendahkan, atau sikap yang meremehkan orang lain.
Islam mengajarkan kita untuk menjaga lisan sebagaimana kita menjaga perbuatan. Sebab, kehormatan seorang muslim adalah sesuatu yang sangat mulia di sisi Allah ﷻ.
Allah ﷻ berfirman:
وَيْلٌ لِّكُلِّ هُمَزَةٍ لُّمَزَةٍۙ
“Celakalah setiap pengumpat lagi pencela.” (QS Al-Humazah [104]: 1).
Rasulullah ﷺ bersabda:
الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ
“Seorang muslim adalah seseorang yang orang muslim lainnya selamat dari gangguan lisan dan tangannya.” (HR Bukhari: 10).
Karena itu, jangan anggap remeh perkataan yang menyakitkan. Bisa jadi satu kalimat yang kita ucapkan menjadi luka yang membekas bertahun-tahun di hati seseorang.
Mari menjaga lisan, menahan diri dari mengumpat, mencela, menyebarkan aib, maupun merendahkan orang lain. Semoga Allah ﷻ menjadikan lisan kita sebagai sebab datangnya kebaikan, bukan penyesalan di akhirat.
Semoga bermanfaat. Jangan lupa bagikan kepada keluarga dan sahabat agar kita saling mengingatkan untuk menjaga lisan.
Allāhu Ta‘ālā a‘lam bishawāb.***






