Penulis Lili Guntur
TASIKMALAYA – KABAR MERDEKA | Di Kabupaten Tasikmalaya,Jawa Barat, ada tempat terbilang angker terutama pada suasana malam hari. Menurut informasi yang beredar di tempat itu sering ada penampakan makhlus halus dari golongan bangsa jin yang berwujud pocong. Penampakan makhluk menakutkan itu tidak hanya terjadi di malam hari namun di siang hari bolong pun pernah terjadi.
Maka disarankan ketika akan memasuki kawasan tersebut jangan lupa berdoa memohon perlindungan Alloh SWT agar diselamatkan. Karena pernah ada kejadian orang tersesat atau “linglung” tidak tahu arah pulang ke rumah akibat dirasuki makhluk halus.
Untuk menuju tempat angker tersebut,dari alun-alun Manonjaya ambil arah selatan dengan waktu tempuh hanya sekitar 15 menit saja menggunakan motor kita akan sampai di Dusun Pereng. Tempat angker tersebut tepatnya berada di Dusun Pereng,Kecamatan Manonjaya,Tasikmalaya. Disana merupakan areal pekuburan yang teduh rindang dengan aneka pepohonan.

Di tempat itulah,di siang hari bolong seorang anak kecil yang baru pulang dari warung bersama orangtuanya merajuk minta digendong. Dia seperti ketakutan dan menunjuk ke arah pohon kelapa,katanya ada makhluk menakutkan naik ke atas pohon kelapa.
Ada pocong di pohon dukuh
Seorang pemuda yang pulang nginap dari rumah temannya melihat pocong bergelantung di pohon dukuh. Kejadiannya.menjelang waktu subuh.
Tersesat masuk areal pekuburan
Ada dua kejadian di waktu yang berbeda. Seorang lelaki sebut saja si Fulan (45 tahun) ketika itu sekitar jam dua malam dia mau pulang ke rumah habis ada keperluan. Untuk menuju rumah dia harus melalui jalan setapak di areal pekuburan itu. Di saat kakinya melangkah berjalan tiba-tiba ia merasakan tengkuknya serasa berat dan perut terasa mual, kepala pusing. Sesaat kemudian dia merasakan seakan ada di dunia lain. “Dianjangkeun ka alam siluman”, kata orang. Tersesat masuk alam siluman. Dia baru sadar ketika mendengar kumandang adzan subuh. Ternyata waktu itu dia berada di tangga jalan menuju pekuburan. Begitu halnya kejadian yang pernah dialami temannya. Dia tersesat alias linglung ,jalan putar-putar seputar areal pekuburan hingga dini hari.***













