Example floating
Example floating
Telusur

Asal usul Sejarah Berdirinya Desa Parungserab

718
×

Asal usul Sejarah Berdirinya Desa Parungserab

Sebarkan artikel ini

KABAR MERDEKA |Desa Parungserab termasuk ke dalam wilayah Kecamatan Soreang,Kabupaten Bandung,Jawa Barat. Sebelah utara berbatasan dengan Desa Kopo,sebelah timur berbatasan dengan Desa Sekarwangi,sebelah selatan berbatasan dengan Desa Pamekaran dan sebelah barat berbatasan dengan Sungai Ciwidey.

Luas wilayah Desa Parungserab mencapai 190 hektar dengan mata pencaharian penduduknya mayoritas buruh.

iklan layanan masyarakat
© kabarmerdekanews.com

Menurut informasi yang diperoleh Desa Parungserab berdiri sejak tahun 1921,hasil merger dari dua desa yakni Desa Tegal Ilat dan Desa Legok Kendal.
Desa Tegal Ilat wilayahnya meliputi Kampung Tegal Ilat,Tegal Caang,Cikopo dan Baraanta. Sedangkan Desa Legok Kendal daerahnya meliputi Kampung Simpang Wetan,Murugul,Awek,Legok Kendal,Mujit, Panyindangan dan Parungserab.

Yang menjadi Kepala Desa Tegal Ilat yaitu H.Sidik,sedangkan yang menjadi Kepala Desa Legok Kendal yaitu Astaparana. Atas kebijakan Pemerintah Belanda pada tahun 1921 Desa Tegal Ilat dan Desa Legok Kendal disatukan dan disepakati nama desanya adalah Desa Parungserab. Yang pertama kali terpilih jadi Kepala Desa Parungserab adalah Surja.

Asal usul Nama Parungserab
Nama Parungserab berasal dari dua suku kata yakni “parung” dan “serab”. Parung artinya tanggul atau bendungan, serab artinya silau.

Konon di Desa Parungserab ada bendungan bernama Leuwi Kuray. Bendungan tersebut dibangun oleh pemerintah kolonial Belanda, hingga sekarang usianya sudah ratusan tahun dan masih berdiri kokoh. Bendungan Leuwi Kuray berfungsi untuk mengairi arael pertanian seluas mencapai 640 hektar yang  meliputi 5 desa, yakni Desa Parungserab,Desa Sekarwangi,Desa Kopo,Desa Katapang,dan Desa Cilampeni.

Menurut riwayat lisan,irigasi Leuwi Kuray yang memiliki panjang sekitar 3.000 meter dengan lebar 3 meter,dibuat oleh seorang tokoh kahot yang terkenal dengan sebutan Mbah Malim. Mbah Malim hidup sekitar abad ke 17. Dia membangun irigasi Leuwi Kuray hanya dalam waktu semalam. Mbah Malim wafat dan dimakamkan dipekuburan umum milik desa terletak di Blok Baraanta.(Lili Guntur)***

Baca Juga  Misteri Suara Gamelan di Situ Burung (Bagian 1)