Example floating
Example floating
Artikel

Sosok Pria Palestina Ini yang Pertama Kali Menyebarkan Berita Kemerdekaan Indonesia Kepada Dunia

56
×

Sosok Pria Palestina Ini yang Pertama Kali Menyebarkan Berita Kemerdekaan Indonesia Kepada Dunia

Sebarkan artikel ini

KABAR – MERDEKA | Mari mengenal kenapa orang palestina rela mengeluarkan uangnya untuk mengongkosi perjalanan para pejuang diplomasi indonesia mencari pengakuan kemerdekaan.
Orang ini bernama Muhamad Ali Taher.
Saat memproklamasikan kemerdekaan, Indonesia adalah negara yang sangat miskin.
Kita tidak punya kas negara untuk mengurus diplomasi dan menyebarkan berita kemerdekaan ke dunia internasional.
Di titik paling kritis inilah, bantuan tak terduga datang dari seorang pria asal Palestina.

iklan layanan masyarakat
© kabarmerdekanews.com

Namanya Muhammad Ali Taher.
Beliau adalah seorang saudagar kaya, jurnalis, sekaligus tokoh pergerakan Palestina yang saat itu menetap di Mesir.
Meski belum pernah sekalipun datang ke Indonesia, ia sangat bersimpati melihat perjuangan bangsa kita melawan penjajah Belanda.

Tahun 1944–1945, para diplomat Indonesia (seperti M. Zein Hassan) sedang kesulitan dana di Timur Tengah.
Melihat hal itu, Muhammad Ali Taher melakukan hal yang tak disangka.
Ia menarik seluruh uang simpanannya di Bank of Arabia dan menyerahkannya langsung kepada delegasi Indonesia.

Saat delegasi Indonesia yang terkejut mencoba memberikan surat tanda terima sebagai bukti utang negara, Ali Taher menolaknya dengan tegas.
Ia berkata:
“Terimalah semua kekayaan saya ini untuk memenangkan perjuangan Indonesia.
Saya tidak butuh tanda terima.
Ini adalah dukungan dari hati.”

Dana segar dari Ali Taher ini menjadi “bensin” yang sangat vital.
Berkat uang tersebut, para diplomat kita bisa berkeliling Timur Tengah, melobi negara-negara Arab, hingga akhirnya Mesir menjadi negara pertama di dunia yang mengakui kemerdekaan Indonesia.
Efek dominonya luar biasa!

Ada satu ironi yang sangat menyayat hati.
Sosok yang rela menguras hartanya demi memastikan Indonesia merdeka ini, justru harus melihat tanah kelahirannya sendiri (Palestina) dijajah dan tak kunjung merdeka hingga detik ini.

Baca Juga  Audit Dana Desa (2015 - 2024) 610 Triliun

Indonesia tidak boleh lupa.
Di setiap napas kemerdekaan kita, ada harta dan keikhlasan Muhammad Ali Taher yang mengalir di dalamnya.
Beliau ikut membantu membebaskan bangsa kita, sementara bangsanya sendiri masih berjuang mencari keadilan.
Sudah saatnya kita berdiri paling depan untuk Palestina.(red)***

Source : fb/arsip peristiwa