RISALAH – KABAR MERDEKA | Menjelang Ramadhan, sebagian orang melakukan ritual mandi khusus untuk menyambut bulan suci. Namun, tidak terdapat dalil shahih yang menunjukkan adanya anjuran mandi khusus sebelum Ramadhan.
Berbeda halnya dengan orang yang baru masuk Islam; ia dianjurkan untuk mandi sebagaimana diperintahkan Nabi ﷺ kepada Qais bin ‘Ashim ketika beliau masuk Islam. Hal ini dijelaskan dalam riwayat berikut:
أَنَّهُ أَسْلَمَ فَأَمَرَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يَغْتَسِلَ بِمَاءٍ وَسِدْرٍ
“Bahwa ia masuk Islam, lalu Nabi ﷺ memerintahkannya untuk mandi dengan air dan daun sidr (daun bidara).” (HR Nasa’i: 188, Tirmidzi: 605, dan Ahmad: 5/61. Syaikh Albani menyatakan bahwa hadits ini shahih).
Adapun dalam menyambut Ramadhan, yang dianjurkan adalah membersihkan hati dari dosa, memperbanyak istighfar, bertobat, dan berdoa, bukan membuat-buat ritual tanpa tuntunan. Bahkan, jika “tradisi mandi” tersebut justru membuka aurat, menyebabkan percampuran laki-laki dan perempuan, atau menjadi ajang maksiat di tempat pemandian umum, maka hal itu jelas menyelisihi tujuan syariat.
Karena itu, marilah kita menyambut Ramadhan dengan penyucian jiwa, bukan dengan amalan yang tidak diajarkan. Semoga Allah ﷻ membersihkan hati kita, menerima tobat kita, dan mempertemukan kita dengan Ramadhan dalam keadaan iman yang lebih baik.***
Adakah Anjuran Ritual Mandi Khusus Sebelum Memasuki Ramadhan












