Example floating
Example floating
Risalah

Sering- seringlah Ziarah Kubur, Untuk Apa?

140
×

Sering- seringlah Ziarah Kubur, Untuk Apa?

Sebarkan artikel ini

RISALAH – KABAR MERDEKA | Pernahkah kita meluangkan waktu sejenak untuk berziarah ke kuburan? Bukan untuk hal mistis atau mencari berkah, tapi untuk mengingat kematian dan akhirat, sesuatu yang pasti akan kita hadapi.

iklan layanan masyarakat
© kabarmerdekanews.com

Dari sahabat Buraidah bin Hushoib radhiyallahu ‘anhu, dimana dia mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

قَد كُنتُ نَهَيتُكُم عَن زيارةِ القُبورِ، فقَدْ أذنَ لِمُحمَّدٍ في زيارَةِ قبرِ أمِّهِ، فَزوروها فإنَّها تذَكِّرُ الآخِرةَ

“Dahulu aku telah melarang kalian untuk berziarah kubur. Sekarang telah diizinkan bagi Muhammad untuk menziarahi kubur ibunya, maka ziarahilah (kubur), karena sesungguhnya ziarah kubur itu mengingatkan (kalian akan) akhirat.” (HR Tirmidzi: 1054).

Awalnya, Rasulullah melarang ziarah kubur di masa Makkah karena saat itu masih sedikit kuburan kaum muslimin. Namun, setelah hijrah ke Madinah, beliau justru menganjurkannya, karena ziarah kubur menumbuhkan kesadaran bahwa hidup di dunia ini sementara.

Tidak perlu lama-lama, cukup lima menit saja datang ke area pemakaman, melihat batu nisan dan gundukan tanah. Demi Allah, di bawah tanah itu dulu ada orang-orang seperti kita, punya rencana, cita-cita, bahkan keluarga. Namun ketika ajal tiba, tidak ada satu pun yang bisa menolaknya.

Ziarah kubur bukan sekadar datang dan berdoa, tapi cara lembut Allah mengingatkan kita untuk menyiapkan bekal pulang. Jadi, sempatkan waktu, meski sebentar, untuk berziarah. Agar hati kita selalu ingat, bahwa dunia bukan tempat tinggal abadi.***

Baca Juga  Hakikat Mudik Silaturahmi yang Sesungguhnya