Example floating
Example floating
Risalah

Ritual Rabu Wekasan Bukan Ajaran Islam, Tradisi di Jawa

1
×

Ritual Rabu Wekasan Bukan Ajaran Islam, Tradisi di Jawa

Sebarkan artikel ini

RISALAH – KABAR MERDEKA  | Rebo Wekasan 2026 Jatuh pada 12 Agustus
Tahun ini, masyarakat memasuki Safar 1448 H. Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia 2026 susunan Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama RI, Rabu terakhir bulan Safar atau Rebo Wekasan jatuh pada 12 Agustus 2026.

iklan layanan masyarakat
© kabarmerdekanews.com

Benarkah Allah Menurunkan Bala pada Rebo Wekasan?
Tidak benar. Keyakinan turunnya bala atau kesialan pada Rebo Wekasan hingga anjuran amalan tertentu tidak terdapat dalam nash, baik Al-Qur’an maupun hadits shahih.

Menurut penelusuran detikHikmah, keterangan turunnya bala pada Rabu terakhir bulan Safar terdapat dalam kitab Kanz an-Najah wa al-Surur. Kitab tersebut dikarang KH Abdul Hamid, ulama asal Makkah–pendapat lain Hadramaut–yang pernah singgah di Semarang dan Kudus, Jawa Tengah.

Dinukil dari artikel Jurnal THEOLOGIA Vol 30 No 2 (2019) berjudul Rebo Wekasan Menurut Perspektif KH. Abdul Hamid Dalam Kanz Al-Najah Wa Al-Surur karya Umma Farida, KH Abdul Hamid dalam kitabnya mengatakan Allah SWT menurunkan 320.000 bencana pada Rabu terakhir bulan Safar. Keterangan ini mengacu pada para wali yang memiliki pengetahuan spiritual mendalam.

Masyarakat yang meyakini turunnya musibah pada Rabu terakhir bulan Safar kemudian melakukan amalan dan ritual agar terhindar dari bencana tersebut. Ritual inilah yang kemudian disebut Rebo Wekasan.

Masyarakat Kudus melakukan salat sunnah mutlak. Salat ini terdiri dari 4 rakaat dengan membaca Al-Fatihah dilanjutkan Al-Kautsar 17 kali, Al-Ikhlas 5 kali, Al-Falaq 1 kali, dan An-Nas 1 kali di setiap rakaatnya. Setelah salat selesai, masyarakat melanjutkannya dengan doa tolak bala, membaca Yasin, dan minum air Salamun.

Bantahan Tak Ada Kesialan Bulan Safar
Keyakinan akan kesialan bulan Safar sudah ada sejak zaman jahiliah. Rasulullah SAW lantas membantah hal itu. Dalam hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah RA, Nabi SAW bersabda:

Baca Juga  Subuhmu Adalah Cerminan Hidupmu

لَا عَدْوَى وَلَا طِيَرَةَ وَلَا هَامَةَ وَلَا صَفَرَ

Artinya: “Tidak ada penyakit menular (dengan sendirinya), tidak ada thiyarah (menganggap sial sesuatu hingga tidak jadi beramal), tidak ada kesialan karena burung hamah, dan tidak ada kesialan pada bulan Safar.” (HR Bukhari)

Rasulullah SAW juga melarang mencela bulan, hari, atau tahun. “Janganlah kalian mencela masa, karena Allah adalah (pencipta) masa.” (Shahih Muslim)

Wallahu a’lam.***
Sc : detik.com