RISALAH – KABAR MERDEKA | Komunikasi yang baik memang menjadi salah satu pondasi penting dalam rumah tangga. Namun, apakah komunikasi yang baik saja sudah cukup untuk menjaga keutuhan keluarga? Tidak selalu.
Banyak pasangan mampu berdiskusi dengan tenang, saling mendengar, bahkan terbuka satu sama lain. Namun, ketika terjadi perbedaan pendapat, masing-masing tetap mempertahankan pendapat pribadinya. Akibatnya, masalah tidak pernah benar-benar selesai.
Dalam Islam, komunikasi yang sehat harus dibangun di atas satu rujukan yang sama, yaitu Al-Qur’an dan As-Sunnah sesuai dengan pemahaman para sahabat. Ketika muncul perselisihan, yang menjadi penentu benar dan salah bukan perasaan, ego, budaya, atau pendapat manusia, melainkan hukum Allah dan Rasul-Nya.
Allah ﷻ berfirman,
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اَطِيْعُوا اللّٰهَ وَاَطِيْعُوا الرَّسُوْلَ وَاُولِى الْاَمْرِ مِنْكُمْۚ فَاِنْ تَنَازَعْتُمْ فِيْ شَيْءٍ فَرُدُّوْهُ اِلَى اللّٰهِ وَالرَّسُوْلِ اِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِۗ ذٰلِكَ خَيْرٌ وَّاَحْسَنُ تَأْوِيْلًا ࣖ
“Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nabi Muhammad) serta ululamri (pemegang kekuasaan) di antara kamu. Jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu, kembalikanlah kepada Allah (Al-Qur’an) dan Rasul (sunahnya) jika kamu beriman kepada Allah dan hari Akhir. Yang demikian itu lebih baik (bagimu) dan lebih bagus akibatnya (di dunia dan di akhirat).” (QS An-Nisā’ [4]: 59)
Karena itu, jangan menjadikan buku-buku motivasi, film, media sosial, atau kebiasaan masyarakat sebagai standar dalam menyelesaikan masalah rumah tangga. Ambillah petunjuk dari Islam, karena hanya syariat Allah yang mengetahui apa yang terbaik bagi suami, istri, dan keluarga.
Semoga Allah ﷻ menjadikan rumah tangga kita dibangun di atas iman, komunikasi yang baik, dan ketundukan kepada syariat-Nya, sehingga menjadi keluarga yang penuh ketenangan, kasih sayang, dan keberkahan.
Allāhu Ta‘ālā a‘lam bishawāb.***














