RISALAH KABAR MERDEKA | Pernahkah kita merasa lebih baik dari orang lain, lalu meremehkannya tanpa sadar? Itulah kesombongan—dosa yang sering dianggap ringan, padahal sangat berbahaya dan dapat menghalangi seseorang dari surga. Rasulullah ﷺ bersabda:
لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِى قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ. قَالَ رَجُلٌ إِنَّ الرَّجُلَ يُحِبُّ أَنْ يَكُونَ ثَوْبُهُ حَسَنًا وَنَعْلُهُ حَسَنَةً. قَالَ : إِنَّ اللَّهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ.
“Tidak akan masuk surga orang yang ada kesombongan seberat biji sawi di dalam hatinya.’ Seorang laki-laki bertanya, ‘Sesungguhnya semua orang senang bajunya bagus, sandalnya bagus, (apakah itu kesombongan?)’ Beliau ﷺ menjawab, ‘Sesungguhnya Allâh Maha Indah dan mencintai keindahan. Kesombongan adalah menolak kebenaran dan merendahkan manusia’.” (HR Muslim: 91).
Bahkan, pada hari kiamat, orang-orang sombong akan dihina dan diberi minuman yang mengerikan, sebagaimana disebutkan dalam sabda beliau ﷺ:
“Kelak pada hari kiamat, orang-orang yang sombong akan digiring seperti semut dalam wujud manusia, diliputi kehinaan dari segala arah. Kemudian mereka digiring menuju penjara di dalam neraka yang bernama Bulas. Di atas mereka terdapat api yang sangat panas, dan mereka diberi minum dari nanah dan darah yang mengalir dari tubuh penghuni neraka.” (HR Tirmiżī: 2492).
Oleh karena itu, bersihkan hati dari kesombongan dan hiasilah diri dengan tawadhu, karena keselamatan ada pada kerendahan hati. Semoga Allah ﷻ menjauhkan kita dari sifat sombong, melembutkan hati kita, dan menjadikan kita hamba yang rendah hati serta dimuliakan di sisi-Nya. Āmīn.
Allāhu Ta‘ālā a‘lam biṣhawāb.(khb/red)***













