RISALAH – KABAR MERDEKA | Tren memamerkan kemaksiatan di media sosial kini dijadikan sesuatu yang membanggakan bagi sebagian orang, padahal tindakan ini mengundang murka Allah ﷻ. Ketika seseorang dengan sengaja membongkar aibnya sendiri, Allah ﷻ memberi ancaman tidak akan dimaafkan. Ini kerugian yang sangat besar bagi kita yang membutuhkan ampunan-Nya.
Rasulullah ﷺ bersabda:
كلّ أمّتي معافى إلّا المجاهرين، وإنّ من المجاهرة أن يعمل الرّجل باللّيل عملا، ثمّ يصبح وقد ستره اللّه فيقول: يا فلان عملت البارحة كذا وكذا، وقد بات يستره ربّه، ويصبح يكشف ستر اللّه عنه
“Setiap umatku akan mendapat ampunan, kecuali mujahirin (orang-orang yang terang-terangan berbuat dosa). Dan yang termasuk terang-terangan berbuat dosa adalah seseorang berbuat (dosa) pada malam hari, kemudian pada pagi hari dia menceritakannya, padahal Allah telah menutupi perbuatannya tersebut, yang mana dia berkata, ‘Hai Fulan, tadi malam aku telah berbuat begini dan begitu.’ Sebenarnya pada malam hari Rabb-nya telah menutupi perbuatannya itu, tetapi pada pagi harinya dia menyingkap perbuatannya sendiri yang telah ditutupi oleh Allah tersebut.” (HR Bukhari: 6069 dan Muslim: 2990)
Menjauhi tren viral yang berpotensi membuka aib sendiri adalah kewajiban bagi setiap muslim yang merindukan keselamatan dunia dan akhirat. Mari kita perkuat benteng diri dengan ilmu agama melalui majelis ilmu agar tidak mudah terbawa arus tren negatif yang menyesatkan. Semoga Allah ﷻ senantiasa menutupi aib-aib kita dan membimbing kita untuk selalu istiqamah dalam menjaga kesucian diri. Amin
Allahu a’lam bishawab .(KHB)***












