RISALAH – KABAR MERDEKA | Bayangkan jika seseorang telah berbuat baik kepada kita, memberikan banyak nikmat, tetapi kita justru menggunakan apa yang diberikan untuk melakukan hal-hal yang tidak disukai olehnya. Tentu itu bukan bentuk rasa terima kasih.
Lalu bagaimana dengan nikmat dari Allah ﷻ?
Kita diberi kesehatan, penglihatan, pendengaran, tangan, kaki, dan berbagai nikmat lainnya. Namun, apakah nikmat tersebut sudah kita gunakan untuk menaati-Nya atau justru untuk melakukan kemaksiatan?
Allah ﷻ berfirman:
وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ
“(Ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), sesungguhnya azab-Ku benar-benar sangat keras’.” (QS Ibrāhīm [14]: 7)
Syukur bukan hanya mengucapkan alhamdulillah. Syukur juga diwujudkan dengan menggunakan nikmat Allah untuk melakukan ketaatan dan menjauhi kemaksiatan.
Maka, jangan sampai nikmat yang Allah berikan justru kita gunakan untuk mendurhakai-Nya. Sudahkah selama ini kita benar-benar menunjukkan rasa syukur kepada Allah?
Allāhu Ta‘ālā a‘lam bishawāb.***












