RISALAH – KABAR MERDEKA | Rasulullah ﷺ sangat mengkhawatirkan satu hal besar pada umat ini yaitu munculnya panutan yang menyesatkan, lalu diikuti tanpa sadar.
Beliau ﷺ bersabda:
إِنِّي لَا أَخَافُ عَلَى أُمَّتِي إِلَّا الْأَئِمَّةَ الْمُضِلِّينَ، وَإِذَا وُضِعَ السَّيْفُ فِي أُمَّتِي لَمْ يُرْفَعْ عَنْهُمْ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ
“Sesungguhnya aku tidak takut atas umatku kecuali para pemimpin yang menyesatkan. Jika pedang telah diletakkan pada umatku, maka tidak akan diangkat dari mereka sampai hari kiamat.” (HR Ibnu Hibban: 4570).
Karena itu, jangan mudah fanatik. Panutan bisa siapa saja yaitu pemimpin, tokoh agama, guru, atau pendakwah. Ukurannya bukan ramai pengikut atau tampilan luar, tapi apakah sesuai Al-Qur’an dan Sunnah. Allah ﷻ mengingatkan:
وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهٖ عِلْمٌ ۗاِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ اُولٰۤىِٕكَ كَانَ عَنْهُ مَسْـُٔوْلًا
“Janganlah engkau mengikuti sesuatu yang tidak kauketahui. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati nurani, semua itu akan diminta pertanggungjawabannya.” (QS Al-Isrā’ [17]: 36).
Yuk, pilih panutan dengan ilmu, bukan perasaan. Semoga Allah menjaga kita dari kesesatan dan menjadikan kita pengikut kebenaran.***













