RISALAH – KABAR MERDEKA | Pernah mendengar yang bilang semua agama sama dan semua bisa masuk surga asal berbuat baik. Kalimat seperti ini sering terdengar lembut, tapi benarkah sesuai dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah.
Sebagian orang berdalih bahwa surat Al-Kafirun hanya berlaku untuk kafir Quraisy, bukan untuk Nasrani atau Yahudi karena mereka disebut ahli kitab. Padahal, Al-Qur’an dengan jelas menjelaskan bahwa siapa pun yang tidak beriman kepada Allah ﷻ dan syariat-Nya, maka ia termasuk kafir meskipun bergelar ahli kitab. Penamaan ahli kitab tidak otomatis menjadikan mereka beriman jika menolak tauhid dan risalah Nabi Muhammad ﷺ.
Allah ﷻ berfirman:
اِنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْ اَهْلِ الْكِتٰبِ وَالْمُشْرِكِيْنَ فِيْ نَارِ جَهَنَّمَ خٰلِدِيْنَ فِيْهَاۗ اُولٰۤىِٕكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِۗ
“Sesungguhnya orang-orang yang kufur dari golongan Ahlul Kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) neraka Jahanam. Mereka kekal di dalamnya. Mereka itulah seburuk-buruk makhluk.” (QS Al-Bayyinah [98]: 6)
Nabi ﷺ bersabda,
وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ، لَا يَسْمَعُ بِي أَحَدٌ مِنْ هَذِهِ الْأُمَّةِ يَهُودِيٌّ، وَلَا نَصْرَانِيٌّ، ثُمَّ يَمُوتُ وَلَمْ يُؤْمِنْ بِالَّذِي أُرْسِلْتُ بِهِ، إِلَّا كَانَ مِنْ أَصْحَابِ النَّارِ
“Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidaklah seseorang dari umat ini, baik Yahudi dan Nasrani, mendengar tentangku, kemudian dia meninggal dan tidak beriman dengan agama yang aku diutus dengannya yaitu agama Islam, kecuali dia pasti termasuk penghuni neraka.” (HR Muslim: 153)
Karena itu penting bagi kita untuk belajar agama dengan benar, menjaga akidah, dan tidak mudah menerima pemikiran yang menyimpang meski dibungkus dengan kata toleransi dan kemanusiaan. Islam itu rahmat, namun tetap tegas dalam urusan iman.
Semoga Allah ﷻ menjaga kita di atas aqidah yang lurus, menjauhkan kita dari syubhat yang menyesatkan, dan memberikan hidayah kepada siapa pun yang masih mencari kebenaran.***













