RISALAH – KABAR MERDEKA | Banyak orang gelisah memikirkan rezeki. Takut kekurangan, takut tertinggal, hingga lupa bahwa semua telah Allah tetapkan dengan sempurna. Nabi ﷺ mengajarkan bahwa rezeki akan mengejar seseorang sebagaimana ajal mengejarnya. Apa yang telah Allah tentukan tidak akan tertukar dan tidak akan berpindah ke orang lain.
Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, Nabi ﷺ bersabda:
إِنَّ رُوْحَ القُدُسِ نَفَثَ فِي رَوْعِي إِنَّ نَفْسًا لاَ تَمُوْتَ حَتَّى تَسْتَكْمِلَ رِزْقُهَا ، فَاتَّقُوْا اللهَ وَأَجْمِلُوْا فِي الطَّلَبِ ، وَلاَ يَحْمِلَنَّكُمْ اِسْتَبْطَاءَ الرِّزْقُ أَنْ تَطْلُبُوْهُ بِمَعَاصِي اللهَ ؛ فَإِنَّ اللهَ لاَ يُدْرِكُ مَا عِنْدَهُ إِلاَّ بِطَاعَتِهِ
“Sesungguhnya ruh qudus (Jibril), telah membisikkan ke dalam batinku bahwa setiap jiwa tidak akan mati sampai sempurna ajalnya dan dia habiskan semua jatah rezekinya. Karena itu, bertakwalah kepada Allah dan perbaguslah cara dalam mengais rezeki. Jangan sampai tertundanya rezeki mendorong kalian untuk mencarinya dengan cara bermaksiat kepada Allah. Karena rezeki di sisi Allah tidak akan diperoleh kecuali dengan taat kepada-Nya.” (HR Musnad Ibnu Abi Syaibah 8: 129 dan Thabrani dalam Al-Mu’jam al-Kabir 8: 166, hadits shahih. Lihat Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah: 2866).
Artinya, sekecil apa pun rezeki seperti sebutir kurma, segelas air, atau sepotong roti, jika itu jatah kita, pasti akan Allah sampaikan.
Maka jangan gelisah berlebihan dalam urusan rezeki. Tetaplah berusaha dengan cara yang halal, perbaiki ketaatan, dan kuatkan tawakal. Rezeki tidak pernah salah alamat, karena semuanya sudah Allah tetapkan.***













