KISAH & PERISTIWA | Organisasi Lingkungan Hidup Walhi Jawa Barat memperingatkan potensi bencana banjir bandang dan longsor dalam skala besar di wilayah Jabar, bahkan diprediksi bisa lebih parah dibanding bencana serupa yang terjadi di Aceh, Sumut, dan Sumbar.
Direktur Eksekutif Walhi Jabar, Wahyudin Iwang, menyebut kerusakan lingkungan sudah akut, ditandai 176 titik tambang ilegal serta penurunan tutupan hutan hingga 43% sepanjang 2023–2025.
Meski lahan kritis mencapai 900 ribu hektare, Walhi menilai pemerintah minim melakukan pencegahan maupun pemulihan.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengakui kerusakan hutan di provinsi ini mencapai 80%. Pemprov Jabar berencana melibatkan masyarakat dalam pemulihan mulai Desember 2025, dengan skema upah Rp50 ribu per hari untuk menanam dan merawat pohon.
Jenis tanaman akan dikombinasikan antara pohon hutan yang tidak bisa ditebang dan pohon produktif seperti pete, jengkol, dan nangka agar pemulihan berjalan berkelanjutan sekaligus memberi manfaat ekonomi bagi warga.***
Source : fb/Warta Ekonomi













