RISALAH – KABAR MERDEKA | Setiap orang telah Allah beri kesempatan untuk mendengar nasihat, peringatan, dan ajakan menuju kebenaran, baik melalui ceramah, bacaan, maupun pesan-pesan kebaikan yang datang dari berbagai arah. Namun, masih ada yang enggan menerima kebenaran tersebut hingga akhirnya mereka celaka. Hal ini digambarkan dalam Al-Qur’an tentang penyesalan para penghuni neraka yang baru mengakui kebenaran setelah semuanya terlambat. Allah ﷻ berfirman:
قَالُوْا بَلٰى قَدْ جَاۤءَنَا نَذِيْرٌ ەۙ فَكَذَّبْنَا وَقُلْنَا مَا نَزَّلَ اللّٰهُ مِنْ شَيْءٍۖ اِنْ اَنْتُمْ اِلَّا فِيْ ضَلٰلٍ كَبِيْرٍ
“Mereka menjawab, ‘Pernah! Sungguh, seorang pemberi peringatan telah datang kepada kami, tetapi kami mendustakannya dan mengatakan, ‘Allah tidak menurunkan sesuatu apa pun’.’ (Para malaikat berkata), ‘Kamu tidak lain hanyalah (berada) dalam kesesatan yang besar’.”(QS Al-Mulk [67]: 9)
Ayat ini menjadi peringatan agar kita tidak meniru sikap mereka: mendengar nasihat namun mengabaikannya, serta menerima peringatan namun meremehkannya. Selagi masih hidup, pintu hidayah terbuka luas, dan setiap peringatan adalah bentuk kasih sayang Allah kepada hamba-hamba-Nya. Jangan seperti mereka yang menolak peringatan saat hidup di dunia.
Semoga Allah melembutkan hati kita untuk menerima nasihat, menjauhkan kita dari kesombongan terhadap kebenaran, dan meneguhkan kita di atas jalan-Nya hingga akhir hayat. ***












