RISALAH – KABAR MERDEKA | Pernahkah kita merenung, apakah tren yang dianggap “modern” justru menghidupkan kembali kebiasaan jahiliyyah yang telah diperingatkan dalam Islam? Allah ﷻ telah memberikan tuntunan yang jelas agar wanita menjaga kehormatan dan tidak tabarruj sebagaimana pada masa jahiliyyah. Allah ﷻ berfirman:
وَقَرْنَ فِيْ بُيُوْتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْاُوْلٰى وَاَقِمْنَ الصَّلٰوةَ وَاٰتِيْنَ الزَّكٰوةَ وَاَطِعْنَ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ ۗاِنَّمَا يُرِيْدُ اللّٰهُ لِيُذْهِبَ عَنْكُمُ الرِّجْسَ اَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيْرًاۚ
“Tetaplah (tinggal) di rumah-rumahmu dan janganlah berhias (dan bertingkah laku) seperti orang-orang jahiliah dahulu. Tegakkanlah shalat, tunaikanlah zakat, serta taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah hanya hendak menghilangkan dosa darimu, wahai ahlulbait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.” (QS Al-Aḥzāb [33]: 33)
Mujahid mengatakan,
“Dahulu seorang wanita keluar berjalan (dengan perhiasan dan lekuk tubuhnya) di hadapan laki-laki, maka itulah tabarruj jahiliyyah.” (Tafsir Ibnu Kaṡīr: 6/183).
Fenomena berhias secara berlebihan, menampakkan perhiasan dan lekuk tubuh, bahkan dipertontonkan di ruang publik maupun media sosial, sejatinya termasuk bentuk tabarruj yang dilarang. Padahal, menjaga aurat dan sikap merupakan bentuk kemuliaan yang Allah ﷻ berikan kepada wanita, bukan suatu pembatasan.
Oleh karena itu, hendaknya setiap muslimah menjaga diri dengan takwa, baik di dunia nyata maupun di ruang digital, serta menjadikan syariat sebagai standar, bukan tren. Semoga Allah ﷻ menjaga kehormatan kita, menuntun kita kepada ketaatan, dan menghiasi diri kita dengan rasa malu serta kemuliaan. Āmīn.
Allāhu Ta‘ālā a‘lam biṣhawāb.
#khalidbasalamah #khalidbasalamahofficial #ustadzkhalid #ustadzkhalidbasalamah














