RISALAH – KABAR MERDEKA | Sering kali kita merasa aman karena masih muda, sehat, dan kuat. Seolah kematian hanya milik orang tua yang sudah renta. Padahal, ajal tidak mengenal usia dan bisa datang kapan saja.
Ada kisah nyata di Saudi. Seorang kakek berusia 85 tahun yang sedang sakit didatangi kerabatnya yang masih muda, baru 17 tahun. Dengan niat menghibur, sang pemuda berkata, “Anda masih kuat, mungkin kita nanti meninggal bersama-sama.”
Subhanallah, hanya berselang seminggu kemudian, keduanya benar-benar meninggal di hari yang sama. Inilah bukti bahwa kematian bukan soal tua atau muda, tapi tentang ketetapan Allah ﷻ.
Allah telah mengingatkan dalam firman-Nya:
وَلِكُلِّ اُمَّةٍ اَجَلٌۚ فَاِذَا جَاۤءَ اَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُوْنَ سَاعَةً وَّلَا يَسْتَقْدِمُوْنَ
“Setiap umat mempunyai ajal (batas waktu). Jika ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan sesaat pun dan tidak dapat (pula) meminta percepatan.” (QS Al-A‘rāf [7]: 34).
Jangan pernah menunda amal shalih hanya karena merasa hidup masih panjang. Ajal bisa datang kapan saja, tanpa tanda, tanpa peringatan. Gunakan sisa waktu yang ada untuk taat kepada Allah ﷻ sebelum kesempatan itu tertutup selamanya. ***













