RISALAH – KABAR MERDEKA | Sering kali seseorang merendahkan dirinya sendiri dengan alasan bercanda atau rendah hati. Ada pula yang gemar memberi julukan buruk kepada orang lain. Padahal, keduanya bukanlah akhlak yang diajarkan dalam Islam.
Allah ﷻ melarang kaum mukmin saling mengolok-olok, mencela, dan memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Larangan ini juga mengajarkan agar kita menjaga kehormatan diri sendiri, karena fisik dan keadaan yang Allah ﷻ tetapkan adalah bagian dari takdir-Nya yang harus disyukuri, bukan dihina.
Allah ﷻ berfirman:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِّنْ قَوْمٍ عَسٰٓى اَنْ يَّكُوْنُوْا خَيْرًا مِّنْهُمْ وَلَا نِسَاۤءٌ مِّنْ نِّسَاۤءٍ عَسٰٓى اَنْ يَّكُنَّ خَيْرًا مِّنْهُنَّۚ وَلَا تَلْمِزُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوْا بِالْاَلْقَابِۗ بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوْقُ بَعْدَ الْاِيْمَانِۚ وَمَنْ لَّمْ يَتُبْ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الظّٰلِمُوْنَ
“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan itu) lebih baik daripada mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula perempuan-perempuan (mengolok-olok) perempuan lain (karena) boleh jadi perempuan (yang diolok-olok itu) lebih baik daripada perempuan (yang mengolok-olok). Janganlah kamu saling mencela dan saling memanggil dengan julukan yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) fasik setelah beriman. Siapa yang tidak bertobat, mereka itulah orang-orang zalim.” (QS Al-Ḥujurāt [49]: 11).
Jagalah lisan dari perkataan yang merendahkan diri sendiri maupun orang lain. Seorang muslim diperintahkan untuk menjaga kehormatan saudaranya, sekaligus mensyukuri nikmat yang Allah ﷻ berikan kepada dirinya.
Allāhu Ta‘ālā a‘lam bishawāb.***












