RISALAH – KABAR MERDEKA | Banyak orang mengira surga dan neraka baru akan dirasakan setelah kematian. Padahal, Allah telah memperlihatkan sebagian kenikmatan surga dan sebagian siksa neraka sejak seseorang masih hidup di dunia, terutama melalui keadaan hatinya.
Orang yang jauh dari Allah akan hidup dengan hati yang gelisah dan terasa sempit. Sebaliknya, orang yang beriman dan taat akan merasakan ketenangan, kelapangan dada, serta nikmatnya beribadah. Inilah yang oleh para ulama disebut sebagai “surga di dunia”. Allah ﷻ berfirman:
وَمَنْ اَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِيْ فَاِنَّ لَهٗ مَعِيْشَةً ضَنْكًا وَّنَحْشُرُهٗ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ اَعْمٰى
“Siapa yang berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya kehidupan yang sempit. Kami akan mengumpulkannya pada hari Kiamat dalam keadaan buta.” (QS Ṭāhā [20]: 124).
Karena itu, jagalah hati dengan selalu mengingat Allah, menaati perintah-Nya, dan menjauhi maksiat. Semoga Allah menganugerahkan ketenangan hati di dunia dan memasukkan kita ke dalam surga-Nya yang abadi di akhirat.
Allāhu Ta‘ālā a‘lam bishawāb.***














