RISALAH – KABAR MERDEKA | Kenaikan harga dan melemahnya nilai rupiah memang bisa membuat banyak orang khawatir. Namun seorang muslim meyakini bahwa rezeki tidak ditentukan oleh kondisi ekonomi semata, melainkan oleh Allah Ar-Razzaq, Dzat Yang Maha Memberi Rezeki.
Karena itu, di tengah sulitnya keadaan, jangan hanya sibuk memantau harga dan pasar. Perhatikan juga hubungan kita dengan Allah. Bisa jadi yang lebih kita butuhkan bukan sekadar tambahan penghasilan, tetapi tambahan keberkahan dalam rezeki.
Ketika terjadi tingginya harga barang-barang pada zaman Nabi ﷺ, orang-orang berkata, “Wahai Rasulullah! Tetapkanlah harga-harga barang untuk kami!” Lalu beliau berkata:
إِنَّ اللهَ هُوَ الْمُسَعِّرُ الْقَابِضُ الْبَاسِطُ الرَّازِقُ وَإِنِّيْ َلأَرْجُوْ أَنْ أَلْقَى رَبِّيْ وَلَيْسَ أَحَدٌ مِنْكمْ يَطْلُبُنِى بِمَظْلَمَةٍ مِنْ دَمٍ وَلاَ مَالٍ
“Sesungguhnya Allah-lah yang menetapkan harga, yang menahan dan melepas serta yang memberi rizki, dan aku berharap dapat berjumpa dengan Rabb-ku dalam keadaan tidak seorang pun di antara kalian yang menuntutku lantaran kezhaliman (yang aku lakukan) pada jiwa dan harta (kalian).” (HR At-Tirmidzi: 1314, Abu Dawud: 3451 dan Ibnu Majah dari Anas radhiyallahu ‘anhu).
Hadits ini mengajarkan kepada kita bahwa naik turunnya harga tetap berada di bawah ketetapan Allah. Karena itu, jangan sampai tekanan ekonomi membuat kita mencari harta dengan cara yang haram. Yakinlah bahwa rezeki setiap hamba telah Allah tetapkan. Tugas kita adalah bertakwa dan menjemputnya dengan cara yang halal.
Allah ﷻ berfirman yang artinya:
“Siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya dan menganugerahkan kepadanya rezeki dari arah yang tidak dia duga..” (QS Ath-Thalaq [65]: 2–3).
Perbanyak istighfar, sedekah, dan doa. Tetaplah bekerja keras, hidup sederhana, dan bertawakal kepada Allah. Sebab ketenangan hidup bukan ditentukan oleh banyaknya harta, tetapi oleh keberkahan yang Allah berikan.
Allāhu Ta‘ālā a‘lam bishawāb.***














