RISALAH – KABAR MERDEKA | Niat baik untuk memperbaiki kesalahan orang lain bisa berubah menjadi luka jika dilakukan dengan cara yang salah di hadapan khalayak. Menegur di depan umum sering kali tidak membuahkan perubahan, melainkan justru meruntuhkan harga diri dan memicu sifat defensif pada seseorang. Kita perlu memahami adab dalam memberi masukan agar pesan kebaikan tersebut benar-benar sampai ke hati tanpa menyisakan rasa malu.
Imam Syafi’i rahimahullah berkata: “Barang siapa menasihati saudaranya secara rahasia, maka sungguh ia telah menasihatinya dan menghiasinya. Namun barang siapa menasihatinya di depan umum, maka sungguh ia telah mempermalukan dan menghinanya.” (Al-Majmu’ Syarh Al-Muhadzdzab). Pesan ini mengingatkan kita bahwa menjaga kehormatan saudara muslim adalah prioritas utama yang tidak boleh dilanggar hanya karena alasan ingin menasihati.
Mari kita mulai melatih kebijaksanaan dengan memilih waktu dan tempat yang tepat saat ingin menyampaikan kritik atau masukan. Semoga Allah ﷻ melembutkan hati kita untuk selalu menerima kebenaran serta membimbing kita untuk menegur sesama dengan penuh kasih sayang. Mari istiqamah dalam menjaga lisan dan kehormatan orang lain agar setiap interaksi kita berbuah pahala dan keberkahan.(khb/red)***














