Example floating
Example floating
Risalah

Dituduh Wahabi, Lanjut Atau Stop?

14
×

Dituduh Wahabi, Lanjut Atau Stop?

Sebarkan artikel ini

RISALAH – KABAR MERDEKA | Tidak sedikit orang yang ingin berpegang pada ajaran Islam dengan benar, tetapi akhirnya ragu karena takut dengan penilaian manusia. Takut disebut terlalu keras, takut dicap “wahabi”, atau takut dianggap berbeda dari kebiasaan banyak orang. Akhirnya ada yang memilih ikut arus agar tidak disalahkan.

iklan layanan masyarakat
© kabarmerdekanews.com

Padahal yang diperintahkan dalam Islam bukan mengikuti arus manusia, tetapi istiqamah di atas kebenaran. Allah ﷻ berfirman:

فَلِذٰلِكَ فَادْعُ ۚوَاسْتَقِمْ كَمَآ اُمِرْتَۚ وَلَا تَتَّبِعْ اَهْوَاۤءَهُمْۚ وَقُلْ اٰمَنْتُ بِمَآ اَنْزَلَ اللّٰهُ مِنْ كِتٰبٍۚ وَاُمِرْتُ لِاَعْدِلَ بَيْنَكُمْ ۗ اَللّٰهُ رَبُّنَا وَرَبُّكُمْ ۗ لَنَآ اَعْمَالُنَا وَلَكُمْ اَعْمَالُكُمْ ۗ لَاحُجَّةَ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ ۗ اَللّٰهُ يَجْمَعُ بَيْنَنَا ۚوَاِلَيْهِ الْمَصِيْرُ ۗ

“Oleh karena itu, serulah (mereka untuk beriman), tetaplah (beriman dan berdakwah) sebagaimana diperintahkan kepadamu (Nabi Muhammad), dan janganlah mengikuti keinginan mereka. Katakanlah, ‘Aku beriman kepada kitab yang diturunkan Allah dan aku diperintahkan agar berlaku adil di antara kamu. Allah Tuhan kami dan Tuhan kamu. Bagi kami perbuatan kami dan bagimu perbuatanmu. Tidak (perlu) ada pertengkaran di antara kami dan kamu. Allah mengumpulkan kita dan kepada-Nyalah (kita) kembali’.” (QS Asy-Syūrā [42]: 15).

Istiqamah memang tidak selalu mudah. Akan ada komentar, tuduhan, bahkan celaan. Tetapi ukuran kebenaran bukanlah apa kata manusia, melainkan apa yang diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya.

Orang yang istiqamah akan tetap menghadapi ujian, tetapi orang yang meninggalkan kebenaran pun pada akhirnya tetap akan menghadapi kematian. Dan semua manusia kelak akan berdiri di hadapan Allah untuk mempertanggungjawabkan pilihannya.

Karena itu, jangan berhenti hanya karena label atau tuduhan. Jika yang kita pegang adalah Al-Qur’an dan sunnah, maka tetaplah berjalan di atasnya. Yang penting bukan bagaimana penilaian manusia hari ini, tetapi bagaimana jawaban kita nanti di hadapan Allah.

Baca Juga  Sifat Shalat Malam Rasulullah

Allāhu Ta‘ālā a‘lam bishawāb.***