Example floating
Example floating
Risalah

Cara Tetap Santun Tanpa Gadai Akidah

118
×

Cara Tetap Santun Tanpa Gadai Akidah

Sebarkan artikel ini



RISALAH – KABAR MERDEKA | Islam mengajarkan keseimbangan antara keteguhan akidah dan keluhuran akhlak, sehingga seorang muslim dapat tetap santun tanpa mengorbankan prinsip iman. Inilah makna al-walā’ wal-barā’, yaitu mencintai dan bersikap loyal kepada orang-orang beriman serta berlepas diri dari kekufuran dan kesyirikan, bukan dengan kebencian membabi buta, melainkan dengan keteguhan tauhid dan keadilan sikap. Allah ﷻ berfirman:

اِذْ قَالُوْا لِقَوْمِهِمْ اِنَّا بُرَءٰۤؤُا مِنْكُمْ وَمِمَّا تَعْبُدُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۖ كَفَرْنَا بِكُمْ

“Ketika mereka berkata kepada kaumnya, ‘Sesungguhnya kami berlepas diri dari kamu dan dari apa yang kamu sembah selain Allah. Kami mengingkari kekufuranmu’.” (QS Al-Mumtahanah [60]: 4).

Namun demikian, ketegasan dalam prinsip tidak menafikan kewajiban untuk tetap bersikap baik, santun, dan adil dalam muamalah, sebagaimana yang diperintahkan oleh Allah ﷻ. Allah ﷻ berfirman:

۞ وَلَا تُجَادِلُوْٓا اَهْلَ الْكِتٰبِ اِلَّا بِالَّتِيْ هِيَ اَحْسَنُۖ اِلَّا الَّذِيْنَ ظَلَمُوْا مِنْهُمْ وَقُوْلُوْٓا اٰمَنَّا بِالَّذِيْٓ اُنْزِلَ اِلَيْنَا وَاُنْزِلَ اِلَيْكُمْ وَاِلٰهُنَا وَاِلٰهُكُمْ وَاحِدٌ وَّنَحْنُ لَهٗ مُسْلِمُوْنَ

“Janganlah kamu mendebat ahli kitab melainkan dengan cara yang lebih baik, kecuali terhadap orang-orang yang berbuat zalim di antara mereka. Katakanlah, ‘Kami beriman pada (kitab) yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepadamu. Tuhan kami dan Tuhanmu adalah satu. Hanya kepada-Nya kami berserah diri’.” (QS Al-‘Ankabūt [29]: 46).

Dengan demikian, kesempurnaan iman terwujud ketika seorang muslim menolak toleransi dalam perkara akidah, tetapi tetap mengedepankan akhlak mulia dalam hubungan sosial.

Semoga Allah meneguhkan hati kita di atas tauhid, menghiasi sikap kita dengan kebijaksanaan, dan menjaga kita dari sikap melampaui batas. ***

Baca Juga  Kecopetan Saat Shalat