RISALAH – KABAR MERDEKA | Setiap nikmat yang kita rasakan hari ini sejatinya adalah ujian—apakah kita mampu bersyukur atau justru lalai. Kelak, pada hari kiamat, rasa syukur itulah yang akan menjadi penentu nasib kita di hadapan Allah ﷻ.
Allah ﷻ berfirman:
وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ
“(Ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), sesungguhnya azab-Ku benar-benar sangat keras’.” (QS Ibrāhīm [14]: 7).
Allah ﷻ juga berfirman:
اِنَّ هٰذَا كَانَ لَكُمْ جَزَاۤءً وَّكَانَ سَعْيُكُمْ مَّشْكُوْرًا ࣖ
“Sesungguhnya ini adalah balasan untukmu dan usahamu diterima dengan baik.” (QS Al-Insān [76]: 22).
Ayat-ayat ini mengajarkan bahwa Allah ﷻ menilai dan membalas setiap amal dengan penuh keadilan serta kasih sayang. Sekecil apa pun bentuk syukur yang kita lakukan, tidak akan pernah sia-sia di sisi-Nya. Bahkan, satu ungkapan syukur dapat menjadi sebab datangnya rezeki yang berlimpah. Karena itu, jangan pernah berhitung kepada Allah dalam bersyukur, sebab balasan dari-Nya selalu jauh lebih besar. Namun, apabila kita kufur terhadap nikmat yang diberikan-Nya, maka azab-Nya amatlah keras.
Semoga Allah ﷻ menjadikan kita hamba-hamba yang senantiasa bersyukur dalam setiap keadaan, hingga kelak rasa syukur itu menjadi sebab kebahagiaan abadi di akhirat.***













