RISALAH – KABAR MERDEKA | Abid adalah orang yang rajin beribadah, namun tidak memahami ilmunya. Ia banyak shalat, banyak puasa, banyak doa, tapi tidak tahu apakah ibadahnya sesuai tuntunan atau tidak.
Adapun alim adalah orang yang belajar, memahami agama, lalu mengamalkan ilmunya. Ia mungkin tidak sebanyak abid dalam jumlah ibadah, tapi setiap amalnya lebih bernilai karena dilandasi dengan ilmu.
Rasulullah ﷺ bersabda:
فَضْلُ العَالِمِ عَلَى الْعَابِدِ كَفَضْلِي عَلَى أَدْنَاكُمْ
“Keutamaan seorang ‘alim dibandingkan seorang ‘abid adalah seperti keutamaanku dibandingkan dengan orang yang paling rendah di antara kalian.” (HR Tirmidzi: 2685)
Perhatikan, betapa jauhnya perbedaan itu. Seperti langit dan bumi. Maka, jangan pernah merasa cukup hanya dengan rajin ibadah tanpa belajar. Karena, bisa jadi ibadah yang kita lakukan justru salah arah jika tidak didasari ilmu.
Allah ﷻ berfirman:
قُلْ هَلْ يَسْتَوِى الَّذِيْنَ يَعْلَمُوْنَ وَالَّذِيْنَ لَا يَعْلَمُوْنَ
“Katakanlah (Nabi Muhammad), ‘Apakah sama orang-orang yang mengetahui (hak-hak Allah) dengan orang-orang yang tidak mengetahui (hak-hak Allah)’?” (QS Az-Zumar [39]: 9)
Inilah sebabnya menghadiri majelis ilmu bukan sekadar pilihan, bukan menunggu ada waktu luang, tapi kebutuhan dan kewajiban. Dari ilmu lahir ibadah yang benar, dan dari ibadah yang benar lahir ketakwaan yang diridhai Allah ﷻ.
Semoga Allah ﷻ menjadikan kita hamba-hamba-Nya yang senantiasa mencari ilmu, mengamalkannya, dan meninggal dalam keadaan istiqamah di atas kebenaran.***











