RISALAH – KABAR MERDEKA | Pernikahan bukan sekadar akad di depan penghulu, tapi perjalanan panjang menuju akhir hayat. Dari awal ijab kabul hingga salah satu berpulang, pahala terus mengalir bagi yang menjalaninya dengan iman dan takwa.
Rumah tangga adalah bahtera ibadah. Di dalamnya ada kesempatan meraih pahala besar melalui cinta, tanggung jawab, dan pengorbanan. Pernikahan menjaga separuh agama kita, dan sisanya adalah ketakwaan yang terus dijaga.
Allah ﷻ berfirman:
وَمِنْ اٰيٰتِهٖٓ اَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ اَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوْٓا اِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَّوَدَّةً وَّرَحْمَةً ۗاِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ
“Di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah bahwa Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari (jenis) dirimu sendiri agar kamu merasa tenteram kepadanya. Dia menjadikan di antaramu rasa cinta dan kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.” (QS Ar-Rūm [30]: 21)
Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda,
إِذَا تَزَوَّجَ العَبْدُ فَقَدْ كَمَلَ نَصْفَ الدِّيْنِ، فَلْيَتَّقِ اللَّهَ فِي النِّصْفِ البَاقِي
“Jika seseorang menikah, maka ia telah menyempurnakan separuh agamanya. Karenanya, bertakwalah pada Allah ﷻ pada separuh yang lainnya.” (HR Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman. Dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam As Silsilah Ash Shahihah: 625)
Maka jadikan rumah tangga sebagai ladang amal dan jalan menuju surga. Karena sejatinya, surga itu bisa dimulai dari dalam rumah kita.(KHB/LG)***











