RISALAH – KABAR MERDEKA | Kondisi duduk pada tasyahud (attahiyat) awal, posisi kaki sama dengan posisi saat kita melakukan duduk diantara dua sujud. Hanya kedudukan tangan berbeda, yaitu membentuk hurup “O” ( jempol dan jari tengah dipertemukan ujungnya, jari manis dan kelingking digenggam. Sedangkan telunjuknya “diisyaratkan” – yakni secara perlahan digerak – gerakan, hal ini berdasarka hadits Nabi Shollalloohu ‘Alaihi Wasallam yang diriwayatkan oleh Muslim. Ini bunyi haditsnya :
“Dari Ibnu Umar, sesungguhnya Rosululloh apabila duduk tasyahud (attahiyat), ia letakkan tangan kiri di atas lutut yang kiri dan yang kanan di atas lutut yang kanan, dan ia genggam “lima puluh tiga” – jempol dan jari tengah ujungnya dirapatkan membentuk hurup “O” , jari manis dan kelingking digenggam) dan ia isyaratkan dengan jari telunjuknya.”
Ditegaskan yang dimaksud dengan kalimat “dan ia isyaratkan dengan jari telunjuknya yakni dengan cara menggerak-gerakkan diutek – utek (Sunda) telunjuk tersebut. Hal ini berdasarkan petunjuk Nabi SAW sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad, Nasa’i dan Abu Dawud, bahwasanya Umar menegaskan : “Faroaituhu rofa ‘a usbu’ahu faroaituhu yuharrikuhaa yad -‘uubihaa ” (Kemudian aku melihat ia (Rosululloh) dalam tasyahud mengangkat telunjuknya, maka aku melihatnya ia (Rosululloh) menggerak-gerakan telunjuknya sambil berdu’a dengannya”.

Posisi telunjuk ngaplek tidak kenceng. Ibnu Umar berkata sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud : “Roofi – ‘an ishba’atussabaabata qod hanaahaa syaian” ( Rosul mengangkat telunjuknya dan menggerakkannya dengan dilekukan sedikit).***
@liliguntur













