Mengapa harus shalat?
Pertama,karena shalat adalah kewajiban seorang muslim (penganut agama Islam).Kedua,shalat adalah tiang agama (Ash-shalaatu ‘imaduddiin), merupakanq ibadah yang paling awal mendapat pemeriksaan dari Allah Subhanahu wata’aala pada hari kiamat.
Nabi Shallallaahu ‘alaihi wasallam dalam haditsnya yang diriwayatkan oleh Imam yang lima (Bukhari,Muslim, Ahmad,Syafi’i, Hambali,Hanafi), dari Abu Hurairah Radiallaahu ‘anhu ia berkata , bersabda Rasulullooh Shallallaahu ‘Alaihi wasallam ; “Sesungguhnya pertama – tama amal (perbuatan) manusia (muslim) yang dihisab pada hari kiamat adalah shalat wajib. Maka apabila ia telah menyempurnakannya (selesailah urusannya), tetapi apabila tidak sempurna shalatnya (yang wajib), dikatakan kepada Malaikat , lihat dulu apakah ia pernah mengerjakan shalat sunat? Maka kekurangan dalam shalat wajib disempurnakan dengan shalat sunatnya. Kemudian amal – amal yang wajib diperlakukan seperti itu.”
Allah Subhanahu wata’ala berfirman :
“Innash shalaata kaanat ‘alal mu’miniina kitaabam mauquuta (Sesungguhnya shalat itu adalah merupakan kewajiban yang ditentukan atas semua orang mu’min)” (QS. An-Nisa : 103).
Nabi Shallallaahu bersabda : “Barang siapa bersembahyang tepat pada waktunya dan menyempurnakan wudlunya , menyempurnakan ruku,sujud, dan kekhusuannya, maka shalat itupun naiklah ke atas dalam keadaan putih dan cemerlang. Shalat itu berkata,’semoga Allah menjaga dirimu sebagaimana engkau menjaga Aku (membaguskan sarat rukunnya).’ Tetapi barang siapa yang bersembahyang tidak dalam waktunya yang ditentukan dan tidak pula melengkapkan wudlunya, serta tidak pula menyempurnakan ruku, sujud dan tanpa kekhusuan sama sekali, maka shalat itupun naiklah ke atas dalam keadaan hitam kelam sambil berkata ; ‘Semoga Allah menyia-nyiakan dirimu sebagaimana engkau menyia-nyiakan aku.’Selanjutnya setelah shalat itu berada di suatu tempat sebagaimana yang dikehendaki oleh Allah,iapun (shalat itu) lalu dilipatkan sebagaimana dilipatnya baju yang koyak-koyak kemudian dipukulkanlah kepada mukanya.” (HR.Thabrani dan Baihaqi).
Penulis : Lili Guntur,Pemred KabarMerdekaNews.Com,Pembina Yayasan Padepokan Bratalegawa













