RISALAH – KABAR MERDEKA | Sebagian orang masih percaya bahwa sesajen atau pesugihan dapat mendatangkan rezeki, keselamatan, atau menolak musibah. Padahal, seorang muslim meyakini bahwa seluruh manfaat dan mudarat hanya berada di tangan Allah. Menggantungkan harapan kepada selain-Nya adalah kesalahan yang sangat berbahaya bagi akidah.
Allah ﷻ berfirman:
وَّاَنَّهٗ كَانَ رِجَالٌ مِّنَ الْاِنْسِ يَعُوْذُوْنَ بِرِجَالٍ مِّنَ الْجِنِّ فَزَادُوْهُمْ رَهَقًاۖ
“Sesungguhnya ada beberapa orang laki-laki dari (kalangan) manusia yang meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki dari (kalangan) jin sehingga mereka (jin) menjadikan mereka (manusia) bertambah sesat.” (QS Al-Jinn [72]: 6).
Ayat ini menunjukkan bahwa meminta bantuan, perlindungan, atau keberkahan kepada jin tidak akan mendatangkan kebaikan, melainkan hanya menambah kesesatan.
Allah ﷻ juga berfirman yang artinya:
“Katakanlah (Nabi Muhammad), ‘Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tidak ada sekutu bagi-Nya. Itulah yang diperintahkan kepadaku. Aku adalah orang yang pertama dalam kelompok orang muslim’.” (QS Al-An‘ām [6]: 162-163).
Karena itu, segala bentuk ibadah, termasuk doa, nazar, sembelihan, maupun persembahan, hanya boleh ditujukan kepada Allah semata. Tidak ada alasan untuk mempersembahkan sesajen, tumbal, atau bentuk pengagungan lainnya kepada selain-Nya demi mencari kekayaan, keselamatan, ataupun keberuntungan.
Jagalah tauhid kita dari segala bentuk kesyirikan, baik yang tampak jelas maupun yang dibungkus dengan alasan tradisi atau adat. Semoga Allah meneguhkan hati kita di atas tauhid hingga akhir hayat dan menjauhkan kita dari segala bentuk syirik. Āmīn.
Allāhu Ta‘ālā a‘lam bishawāb.***














