Example floating
Example floating
Risalah

Tata Cara Sholat ‘Idul Fitri

43
×

Tata Cara Sholat ‘Idul Fitri

Sebarkan artikel ini

RISALAH – KABAR MERDEKA | Meraih kemenangan di hari raya bukan sekadar berkumpul, tapi menyempurnakan ibadah. Simak tata cara shalat Idul Fitri sesuai tuntunan Rasulullah agar ibadah Anda semakin afdal.

iklan layanan masyarakat
© kabarmerdekanews.com

Umat Islam menyambut 1 Syawal dengan penuh suka cita. Namun, kebahagiaan tersebut akan terasa lebih sempurna jika kita menjalankan ibadah shalat Idain sesuai teladan Nabi Muhammad SAW. Agar ibadah ini tidak sekadar menjadi rutinitas tahunan, kita perlu memahami kembali rukun serta sunnah-sunnahnya berdasarkan buku Tuntunan Shalat-Shalat Tathawwu’ terbitan Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DIY Tahun 2015 dan di lansir dari tarjih.or.id “Pelaksanaan Dan Cara Shalat Idul Fitri”.

Sunnah-Sunnah Mengiringi Hari Raya

Untuk meraih pahala yang lebih maksimal, perhatikan adab-adab sebelum menuju tempat shalat berikut ini:

• Aturan Makan: Sebelum berangkat shalat Idul Fitri, sempatkanlah untuk makan terlebih dahulu. Hal ini merupakan sunnah sebelum shalat Idul Fitri yang membedakannya dengan Idul Adha, di mana kita disunnahkan makan setelah shalat.

• Pakaian Terbaik: Kenakanlah pakaian terbaik hari raya menurut Rasulullah yang Anda miliki. Gunakan pula wewangian (parfum) secukupnya bagi laki-laki tanpa berlebihan.

• Berjalan Kaki & Membedakan Rute: Berangkatlah menuju tempat shalat dengan berjalan kaki sambil mengumandangkan takbir. Saat pulang, ambillah jalan yang berbeda dari jalan yang Anda lalui saat berangkat.

• Kehadiran Wanita dan Anak-anak: Ajaklah seluruh anggota keluarga menuju lapangan. Bahkan, wanita yang sedang haid pun tetap dianjurkan hadir untuk mendengarkan khutbah dan menyaksikan syiar Islam, namun mereka harus memisahkan diri dari tempat shalat.

Pelaksanaan di Tanah Lapang

Sesuai dengan sunnah, Rasulullah SAW selalu melaksanakan shalat hari raya di tanah lapang atau al-mushala. Beliau hanya melakukan shalat di dalam masjid jika terdapat halangan syar’i seperti hujan lebat. Hal ini merujuk pada hadis Abu Sa‘id al-Khudri:

Baca Juga  Banyak Wanita Tidak Paham Suaminya

‎عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْرُجُ يَوْمَ الْفِطْرِ وَاْلأَضْحَى إِلَى الْمُصَلَّى فَأَوَّلُ شَيْءٍ يَبْدَأُ بِهِ الصَّلاَةُ … [رواه البخاري]

“Diriwayatkan dari Abu Sa‘id al-Khudri bahwa ia berkata: Nabi Muhammad saw selalu keluar pada hari Idul Fitri dan hari Idul Adlha menuju lapangan, lalu hal pertama yang ia lakukan adalah shalat…” (HR. al-Bukhari).

Sebagai penguat khusyuknya shalat, imam juga dianjurkan meletakkan sutrah (pembatas) di depannya. Hal ini sesuai dengan hadis riwayat Ibnu Umar:

‎عَنِ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا خَرَجَ يَوْمَ الْعِيدِ أَمَرَ بِالْحَرْبَةِ فَتُوضَعُ بَيْنَ يَدَيْهِ فَيُصَلِّي إِلَيْهَا وَالنَّاسُ وَرَاءَهُ … [متفق عليه]

“Diriwayatkan dari Ibnu Umar bahwa Rasulullah saw apabila keluar untuk shalat Id memerintahkan agar menancapkan tombak di depannya. Kemudian ia shalat menghadap kepadanya sementara jamaah berada di belakangnya.” (HR. Muttafaq ‘alaih).

Teknis Shalat dan Jumlah Takbir

Perlu Anda ingat bahwa tata cara shalat Idul Fitri tidak memerlukan seruan adzan maupun iqamah. Rasulullah SAW langsung memulai shalat dua rakaat tanpa didahului shalat sunnah qabliyah maupun ba’diyah. Sebagaimana penuturan Ibnu Abbas:

‎عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَرَجَ يَوْمَ أَضْحَى أَوْ فِطْرٍ فَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ لَمْ يُصَلِّ قَبْلَهَا وَلاَ بَعْدَهَا … [أخرجه السبعة]

“Diriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwasanya Rasulullah saw pada hari Idul Adlha atau Idul Fitri keluar, lalu shalat dua rakaat, dan tidak mengerjakan shalat apapun sebelum maupun sesudahnya.” (HR. Tujuh ahli hadis).

Mengenai jumlah takbir shalat Idul Fitri, Rasulullah SAW memberikan tuntunan sebagai berikut:

• Rakaat Pertama: Takbir sebanyak 7 kali sebelum membaca Al-Fatihah.

Baca Juga  Masuk Surga Cukup Bayar 1 Juta?

• Rakaat Kedua: Takbir sebanyak 5 kali sebelum membaca Al-Fatihah.

Hal ini bersandar pada hadis Aisyah RA:

‎عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَبَّرَ فِي الْفِطْرِ وَاْلأَضْحَى سَبْعًا وَخَمْسًا سِوَى تَكْبِيرَتَيِ الرُّكُوعِ [رواه ابن ماجه]

“Diriwayatkan dari Aisyah bahwa Rasulullah saw pada shalat Idul Fitri dan Idul Adlha bertakbir tujuh kali dan lima kali selain takbir untuk rukuk.” (HR. Ibnu Majah).

Penting Anda ketahui, tidak ada bacaan di antara takbir shalat Id yang secara khusus dituntunkan. Namun, jamaah disunnahkan mengangkat tangan setinggi telinga pada setiap takbir tersebut.

Bacaan Surat Saat Shalat

Setelah takbir, terdapat beberapa pilihan surat yang dibaca saat shalat Idul Fitri. Imam disunnahkan membaca surat Al-A’la pada rakaat pertama dan surat Al-Ghasyiyah pada rakaat kedua.

عَنِ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقْرَأُ فِي الْعِيدَيْنِ وَفِي الْجُمُعَةِ بِسَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ اْلأَعْلَى وَهَلْ أَتَاكَ حَدِيثُ الْغَاشِيَةِ … [رواه مسلم]

“Diriwayatkan dari an-Nu‘man Ibnu Basyir bahwa Rasulullah saw pada shalat dua hari raya dan pada shalat Jumat membaca Sabbihisma rabbikal-a‘laa dan Hal ataka hadiitsul-ghaasyiyah.” (HR. Muslim).

Selain dua surat di atas, imam juga boleh membaca surat Qaf dan surat Al-Qamar. Terakhir, rangkaian ibadah ditutup dengan khutbah yang berisi nasihat dan wasiat takwa.

Semoga panduan ini membantu kita menjalankan ibadah Idul Fitri dengan lebih khusyuk dan sesuai tuntunan Rasulullah SAW.***