RISALAH – KABAR MERDEKA | Sunnah bertakbir adalah pengagungan kepada Allah ﷻ yang dimulai pada malam Lebaran hingga menjelang shalat Idul Fitri. Namun, jangan sampai ibadah mulia ini ternodai oleh euforia berlebihan yang mengganggu ketertiban umum, seperti menyalakan petasan atau memacetkan jalan. Membesarkan nama Allah ﷻ seharusnya dilakukan dengan penuh adab dan tidak melanggar aturan agama maupun pemerintah setempat, agar kesucian pahala puasa Ramadhan kita tetap terjaga hingga hari kemenangan tiba.
Menaati peraturan pemimpin (Ulul Amri) terkait ketertiban malam takbiran merupakan bentuk ketaatan yang diatur dalam syariat. Dengan menghindari kegiatan yang merugikan orang lain, kita tidak hanya menyelamatkan harta secara duniawi, tetapi juga memastikan kebahagiaan Idul Fitri diraih dengan penuh keberkahan. Mari kita rayakan malam kemenangan dengan memperbanyak zikir dan tetap menjaga kenyamanan sesama sebagai cerminan karakter muslim yang berakhlak mulia di hadapan Allah ﷻ.
Allah ﷻ berfirman:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اَطِيْعُوا اللّٰهَ وَاَطِيْعُوا الرَّسُوْلَ وَاُولِى الْاَمْرِ مِنْكُمْۚ فَاِنْ تَنَازَعْتُمْ فِيْ شَيْءٍ فَرُدُّوْهُ اِلَى اللّٰهِ وَالرَّسُوْلِ اِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِۗ ذٰلِكَ خَيْرٌ وَّاَحْسَنُ تَأْوِيْلًا ࣖ
Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nabi Muhammad) serta ululamri (pemegang kekuasaan) di antara kamu. Jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu, kembalikanlah kepada Allah (Al-Qur’an) dan Rasul (sunnahnya) jika kamu beriman kepada Allah dan hari Akhir. Yang demikian itu lebih baik (bagimu) dan lebih bagus akibatnya (di dunia dan di akhirat). (QS An-Nisā’: 59)***













