RISALAH – KABAR MERDEKA | Pernahkah kita berpikir, seberapa besar nilai tambahan satu hari dalam kehidupan kita? Yuk jangan lewatkan kisah ini, karena bisa jadi mengubah cara kita memandang waktu dan amal.
Dikisahkan ada tiga orang dari satu kabilah Arab yang masuk Islam dan tinggal di rumah Thalhah bin Ubaidillah radhiyallahu anhu, seorang sahabat mulia yang dijamin surga. Ketiganya menempuh jalan hidup yang berbeda. Yang pertama gugur sebagai syahid, disusul yang kedua juga wafat dalam jihad. Sementara yang ketiga meninggal dunia secara biasa di atas ranjangnya, namun paling akhir wafatnya.
Thalhah bin Ubaidillah bermimpi melihat ketiganya masuk surga. Yang mengejutkan, justru orang yang wafat terakhir di atas ranjang memiliki derajat paling tinggi. Ketika hal ini ditanyakan kepada Rasulullah ﷺ, beliau menjelaskan bahwa orang tersebut masih memiliki waktu tambahan untuk beramal shalih setelah teman-temannya wafat. Tambahan waktu itulah yang mengangkat derajatnya.
Allah ﷻ berfirman:
وَسَارِعُوْٓا اِلٰى مَغْفِرَةٍ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمٰوٰتُ وَالْاَرْضُۙ اُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِيْنَۙ
“Bersegeralah menuju ampunan dari Tuhanmu dan surga (yang) luasnya (seperti) langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS Āli ‘Imrān [3]: 133)
Nabi ﷺ bersabda,
خَيْرُ النَّاسِ مَنْ طَالَ عُمُرُهُ وَحَسُنَ عَمَلُهُ، وَشَرُّ النَّاسِ مَنْ طَالَ عُمُرُهُ وَسَاءَ عَمَلُهُ
“Sebaik-baik manusia adalah yang panjang umurnya dan baik amalannya. Dan seburuk-buruk manusia adalah orang yang panjang umurnya dan buruk amalannya.” (HR Ahmad, Tirmidzi dan Hakim dari Abu Bakrah radhiallahu ‘anhu, lihat Shahih al-Jami’: 3297).
Selagi Allah ﷻ masih memberi kita waktu, jangan sia-siakan. Satu hari tambahan bisa menjadi pembeda derajat di akhirat. Mari manfaatkan setiap kesempatan untuk memperbanyak amal shalih sebelum waktu itu benar-benar habis.***













