RISALAH – KABAR MERDEKA | Ketika kematian datang dan tabir akhirat tersingkap, manusia baru menyadari bahwa dunia yang dahulu dilalaikan tidak lagi dapat ditebus. Allah mengabarkan bahwa orang-orang yang bergelimang dosa akan memohon, “Wahai Tuhanku, kembalikanlah aku, agar aku dapat mengerjakan amal saleh yang telah aku tinggalkan,” sebagaimana disebutkan dalam firman-Nya:
حَتّٰىٓ اِذَا جَاۤءَ اَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ارْجِعُوْنِ لَعَلِّيْٓ اَعْمَلُ صَالِحًا فِيْمَا تَرَكْتُ كَلَّا اِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَاۤىِٕلُهَاۗ وَمِنْ وَّرَاۤىِٕهِمْ بَرْزَخٌ اِلٰى يَوْمِ يُبْعَثُوْنَ
“(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu) hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata, ‘Ya Tuhanku, kembalikanlah aku (ke dunia) agar aku dapat beramal saleh yang telah aku tinggalkan.’ Sekali-kali tidak! Sesungguhnya itu adalah dalih yang diucapkannya saja. Di hadapan mereka ada (alam) barzakh sampai pada hari mereka dibangkitkan.” (QS Al-Mu’minūn [23]: 99-100).
Allah menegaskan, “Sekali-kali tidak!” karena permintaan itu hanyalah penyesalan yang terlambat, sementara mereka telah terhalang oleh alam barzakh hingga hari kebangkitan. Permohonan tersebut bukan untuk menikmati dunia, melainkan satu hal saja, yaitu kesempatan untuk beramal saleh.
Oleh karena itu, sebelum penyesalan itu datang, marilah kita memanfaatkan waktu yang tersisa dengan bertaubat, memperbanyak amal kebaikan, dan memohon kepada Allah agar diwafatkan dalam keadaan husnul khatimah.***













