Example floating
Example floating
Risalah

Bepergian Atau Safar Adalah Azab

111
×

Bepergian Atau Safar Adalah Azab

Sebarkan artikel ini

RISALAH – KABAR MERDEKA | Sebagian orang mungkin heran ketika mendengar sabda Nabi ﷺ yang menyebut safar atau bepergian sebagai “azab”. Apakah maksudnya perjalanan itu buruk? Apakah tidak boleh bepergian? Tentu tidak begitu maksudnya. Ada makna yang lebih dalam di balik istilah tersebut.

iklan layanan masyarakat
© kabarmerdekanews.com

Dalam sebuah hadits, Nabi ﷺ menjelaskan bahwa safar disebut sebagai bagian dari azab bukan karena menyiksa secara fisik, tetapi karena adanya rasa tidak nyaman ketika seseorang meninggalkan keluarganya, lingkungan yang biasa ia tempati, serta kebiasaan sehari-harinya.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi ﷺ, beliau bersabda:

السَّفَرُ قِطْعَةٌ مِنَ الْعَذَابِ ، يَمْنَعُ أَحَدَكُمْ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ وَنَوْمَهُ ، فَإِذَا قَضَى نَهْمَتَهُ فَلْيُعَجِّلْ إِلَى أَهْلِهِ

“Safar adalah bagian dari azab (siksa). Ketika safar salah seorang dari kalian akan sulit makan, minum dan tidur. Jika urusannya telah selesai, bersegeralah kembali kepada keluarganya.” (HR Bukhari: 1804 dan Muslim: 1927).

Artinya, walaupun kita menikmati perjalanan, tetap akan ada hal-hal yang membuat kita tidak seleluasa ketika berada di rumah yaitu mulai dari makanan, tidur, suasana, hingga rasa nyaman bersama keluarga.

Jadi, safar bukanlah sesuatu yang terlarang, tetapi mengingatkan kita bahwa kenyamanan dan kebaikan itu justru Allah letakkan pada keberkahan rumah, keluarga, dan lingkungan yang dekat. Ketika urusan safar selesai, maka segeralah kembali agar bisa menikmati nikmat tersebut bersama keluarga. Semoga Allah menjaga setiap perjalanan kita. ***

Baca Juga  Menakar Jati Diri Melalui Teman Bergaul