Example floating
Example floating
Risalah

Akibat Mencela Dosa Orang Lain

112
×

Akibat Mencela Dosa Orang Lain

Sebarkan artikel ini

RISALAH – KABAR MERDEKA |Di tengah kehidupan sosial, tidak jarang kesalahan saudara kita justru menjadi bahan pembicaraan, padahal boleh jadi ia telah bertaubat dan kembali kepada Allah. Perilaku seperti ini sangat berbahaya, karena mencela dosa orang lain dapat mendatangkan ujian yang sama kepada diri kita. Ibnul Qayyim rahimahullah berkata:

iklan layanan masyarakat
© kabarmerdekanews.com

 ﻭَﻛُﻞُّ ﻣَﻌْﺼِﻴَﺔٍ ﻋُﻴِّﺮَﺕْ ﺑِﻬَﺎ ﺃَﺧَﺎﻙَ ﻓَﻬِﻲَ ﺇِﻟَﻴْﻚَ ﻳَﺤْﺘَﻤِﻞُ ﺃَﻥْ ﻳُﺮِﻳْﺪَ ﺑِﻪِ ﺃَﻧَّﻬَﺎ ﺻَﺎﺋِﺮَﺓٌ ﺇِﻟَﻴْﻚَ ﻭَﻻَ ﺑُﺪَّ ﺃَﻥْ ﺗَﻌْﻤَﻠَﻬَﺎ

“Setiap maksiat yang engkau cela pada saudaramu, maka maksiat itu dapat kembali kepadamu; maksudnya, engkau bisa dipastikan akan diuji dengan dosa tersebut.” (Madarijus Salikin: 1/176).

Beliau juga menegaskan bahwa mencela saudara yang telah berdosa lebih besar dosanya daripada dosa yang dilakukan oleh saudaramu itu sendiri, karena di dalamnya terdapat kesombongan dan sikap merasa diri suci. Ia berkata:

ﺃﻥ ﺗﻌﻴﻴﺮﻙ ﻷﺧﻴﻚ ﺑﺬﻧﺒﻪ ﺃﻋﻈﻢ ﺇﺛﻤﺎ ﻣﻦ ﺫﻧﺒﻪ ﻭﺃﺷﺪ ﻣﻦ ﻣﻌﺼﻴﺘﻪ ﻟﻤﺎ ﻓﻴﻪ ﻣﻦ ﺻﻮﻟﺔ ﺍﻟﻄﺎﻋﺔ ﻭﺗﺰﻛﻴﺔ ﺍﻟﻨﻔﺲ

“Engkau mencela saudaramu yang melakukan dosa, ini lebih besar dosanya daripada dosa yang dilakukan saudaramu dan maksiat yabg lebih besar, karena menghilangkan ketaatan dan merasa dirinya suci.” (Madarijus Salikin: 1/177–178).

Hasan al-Bashri rahimahullah juga berkata:

كانوا يقولون من رمي أخاه بذنب قد تاب إلى الله منه لم يمت حتى يبتليه الله به

“Para sahabat dan tabi’in memiliki konsep, barang siapa yang mencela saudaranya, karena dosa-dosanya, sedangkan saudaranya itu sudah bertaubat kepada Allāh, maka si pencela tidak akan meninggal dunia kecuali dia akan mengalami dosa saudaranya tersebut.” (Riwayat Ibnu Abid Dunya dalam Ash-Shamt).

Maka, hendaknya kita menahan lisan, menasihati secara pribadi, dan berharap kebaikan bagi saudara kita.

Baca Juga  Benarkah Menikah Membuka Pintu Rezeki?

Semoga Allah menjaga hati kita dari kesombongan, menjauhkan kita dari ghibah dan celaan, serta meneguhkan kita dalam ketulusan dan kasih sayang antarsesama.***