RISALAH – KABAR MERDEKA | Tahukah kamu? Setiap manusia sebenarnya secara fitrah sudah bisa membedakan mana akhlak yang baik dan mana yang buruk. Kita semua secara alami cenderung suka pada orang yang jujur, ramah, pemaaf, dan amanah. Sebaliknya, kita cenderung tidak nyaman dengan orang yang kasar, pembohong, atau suka menyakiti orang lain.
Islam datang untuk menyempurnakan akhlak manusia. Bukan sekadar ibadah, tapi juga bagaimana kita berperilaku terhadap sesama. Rasulullah ﷺ adalah teladan utama dalam hal ini. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَاِنَّكَ لَعَلٰى خُلُقٍ عَظِيْمٍ
“Sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang agung.” (QS Al-Qalam [68]: 4).
Dan Nabi ﷺ bersabda:
إِنَّمَا بُعِثْتُ ِلأُتَمِّمَ صَالِحَ اْلأَخْلاَقِ.
“Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang baik.” (HR Ahmad : 8952).
Artinya, inti dari misi kenabian pun adalah memperbaiki akhlak manusia agar lebih mulia dan terpuji.
Kalau ingin menjadi muslim yang baik, jangan hanya fokus pada ibadah, tapi perhatikan juga bagaimana akhlak kita. Islam bukan hanya soal shalat dan puasa, tapi juga tentang bagaimana kita bersikap jujur, sabar, memaafkan, tidak menyakiti, dan menghormati sesama. Mari kita jaga dan perbaiki akhlak kita.***













