Jurnalis : Lili Guntur
BANDUNG – KABAR MERDEKA | Rencana pembangunan revitalisasi Pasar Patrol Kutawaringin,Kabupaten Bandung sudah sampai tahap sosialisasi. Sejumlah pihak berharap agar semua permasalahan yang timbul atas rencana tersebut supaya diselesaikan secara musyawarah mupakat.
Direktur PT Almira Bilqis Rizkia, Yosep Setiawan mengatakan pembangunan Pasar Patrol yang akan menelan anggaran sebesar 30 miliyar ini bertujuan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.
“Tujuan daripada pembangunan Pasar Patrol ini adalah untuk menggerakkan serta meningkatkan perekonomian masyarakat,khususnya masyarakat Desa Jelegong,”jelas Yosep, saat melakukan acara sosialisasi bertempat di RM Lalakon,Jl Soreang Cipatik, Senin (29/7/2024).
Yosep menegaskan, bagi para pedagang lama tidak usah merasa khawatir akan tersingkirkan. Pihaknya selaku pengembang akan mengutamakan para pedagang lama.
“Untuk para pedagang lama,jangan khawatir nantinya akan tersingkir,karena kami selaku pengembang akan mengutamakan para pedagang lama.”Tandas Yosep.

Sementara pihak P4 (Paguyuban Pedagang Pasar Patrol), tidak akan melepaskan pengelolaan Pasar Patrol kepada siapa pun. Pihaknya akan tetap mempertahankan sebagai wujud rasa tanggungjawab kepada para pedagang.
“Untuk P4 tidak akan melepaskan pengelolaan ini (Pasar Patrol) kepada siapa pun. Karena ini bentuk pertanggungjawaban kami sebagai pengelola.” Ungkap kuasa P4,Yogi Saldi Iriana kepada KabarMerdekaNews.Com, dikediamannya belum lama ini, Senin (15/7/2024).
Menurut Yogi,P4 hadir berdiri atas amanah dari para pedagang yang keberadaannya sudah memiliki legalitas formal.
“Ini (P4) bukan diinginkan oleh sendiri tetapi ini amanat yang sudah diberikan oleh semua para pedagang yang sudah menandatangani dan sudah disyahkan oleh notaris disaat waktu musyawarah. Karena kami pun P4 dalam hal ini adalah pengurusnya para pedagang itu sendiri. ” Tandas Yogi.
Apa pun permasalah yang muncul, P4 tidak akan mundur, akan tetap mempertahankan hak-hak para pedagang.
“P4 tidak akan mundur karena P4 itu adalah ditakdirkan sebagai pion. Pion hanya bisa maju menghindari termakannya oleh kekuasaan yang dalam hal ini yang mempunyai uang, eu…maka kami akan terus melanjutkan sampai cita-cita kami para pedagang semua terlaksana sepenuh harapan.”Pungkas Yogi.***













