BANDUNG – KABAR MERDEKA | Ketua Umum LSM Generasi Penerus Perjuangan Indonesia Maju (GPP Indonesia Maju),E.Karmana menilai untuk mengembalikan kondisi Citarum seperti di tahun 1970 -an adalah sesuatu hal yang mustahil. Pasalnya tingkat sedimentasi sungai Citarum sudah sangat akut sehingga perlu upaya normalisasi yang optimal.

Menurut E.Karmana yang akrab disapa Abah ini ,sudah ada 3 bendungan dan sejumlah embung atau kolam retensi sebagai penampungan air untuk meminimalisir banjir akibat meluapnya debit air Citarum. Namun hal tersebut tidak akan berfungsi dengan baik jika pendangkalan Citarum diabaikan.
“Sementara sungainya e…bukan diabaikan …tidak, tidak disentuh untuk normalisasi gitu.” Ujarnya.
Abah berharap kepedulian terhadap Citarum tidak hanya pada saat terjadi bencana banjir namun sikap kita pada saat Citarum kering di musim kemarau pun harus tetap peduli yaitu dengan cara melaksanakan upaya normalisasi dan penataan bantaran sungai.
“Seperti apa ini musibah,jangan sampai nanti pada saat hujan besar ,debet air Citarum ini dampaknya bertambah,terjadi luapan banjir,ada korban baru pada peduli.Harusnya pada saat kemarau kepedulian itu bagaimana disikapi,dengan kedangkalan. Sedimentasi ini menjadi persoalan utama dengan mungkin ya jutaan kubik. Kalau mau ya nyari tanah dua ratus hektar bikin gunung baru ya,sedimen ini. Kan gitu!” Pungkasnya.***
(Lili Guntur)













