Jurnalis : Lili Guntur
BANDUNG – KABAR MERDEKA | Anggota DPR RI dari Partai Golkar,Dadang M.Naser, pernah melakukan perbincangan dengan salah seorang Cagub Jabar 2024 perihal keinginannya membuat moda transfortasi umum LRT.
Waktu Kang DN (sapaan akrab dia) jadi bupati Bandung, dia pernah berkunjung ke Jepang dan sempat membicarakan hal tersebut dengan salah seorang investor dari Jepang.
“Saya sampaikan waktu itu ngobrol jeung calon gubernur, saya pernah datangi Jepang (investor Jepang), ingin buat LRT. LRT kereta di atas.” Ungkap Kang DN kepada kabarmerdekanews.com, di RM Alkaromah,Ciparay,belum lama ini.
Untuk membuat LRT bawah tanah,kata Kang DN, biayanya sangat mahal karena kontur tanahnya labil. Namun jika membuat LRT (kereta di atas) tidak akan terlalu banyak pembebasan lahan.
“(LRT) bawah tanah di urang mah mahal! Lantaran tanahna labil. Mening di luhur, teu ngabebaskeun tanah loba-loba teuing. Tihangan….!Rel…! Tihangan…! Rel…!Muter…!” Ujar Kang DN.
Menurut Kang DN nantinya LRT Itu mengitari kawasan Bandung Raya sebagai moda transfortasi penghubung antar kota. Mulai dari Jatinangor – UNPAD – ITB – masuk ke tengah kota Bandung – masuk juga ke pusat pendidikan – perbelanjaan – muter ke Soreang – muter ke Arjasari (karena di sana ada UNPAD).
Ditegaskan bahwa hal itu merupakan tugas gubernur, dan Kang DN sudah pernah membicarakannya dengan pihak investor dari Jepang namun agendanya tidak berlanjut sehubungan adanya Covid.
“Itu tugas gubernur! Mun saya jadi gubernurna saya bikinkan itu, moda kendaraan umum, menghubungkan antar kota. Digambarkan ke investor Jepang…., Covid….,aduh ampun!” Imbuhnya.
Sebelumnya diberitakan, pada 2016 Menteri BUMN RI pernah memberi sinyal mengenai rencana pengaktifan kembali jalur kereta api rute Bandung – Ciwidey yang saat ini kondisi rel nya banyak ditempati rumah warga. Reaktivasi jalur kereka api Bandung – Ciwidey dinilai akan mampu membawa potensi positif bagi peningkatan perekonomian warga,termasuk daerah. Namun wacana tersebut tidak terealisasi.***













