Jurnalis : Lili Guntur
BANDUNG – KABAR MERDEKA | Mantan bupati Bandung dua periode,Dadang Naser alias Kang DN mengatakan, Soreang sebagai ibukota kabupaten Bandung harus memiliki pusat pemerintahan,pusat keagamaan, pusat olahraga, dan pusat budaya.
“Mau diarahkan kemana keberadaan Soreang? Soreang teh kan ibukota, jadi di ibukota teh harus ada pusat olahraga, kita sudah persiapkan Jalak Harupat, pusat pemerintahan, pusat budaya dan pusat keagamaan.” Hal tersebut dikemukakan Kang DN kepada sejumlah wartawan dalam kesempatan ngobrol santai di Alkaromah,Ciparay, belum lama ini.
Terkait pusat budaya, kata Kang DN, baru dibangun sejumlah fasilitas seperti dome (Balerame), Gedong Budaya Sabilulungan (GBS), dan Science Center. Menurutnya masih ada agenda yang harus diselesaikan.
“Yang belum selesai saya eu… Puseur Budaya. Baru dibangun gedong budaya,dome,GBS, ..eu musium dengan Science centernya.” Imbuhnya.
Dijelaskan bahwa di kawasan GBS sudah ada rencana membangun Sunda Town (Kampung Sunda), pusat pameran, danau, padepokan, pusat kuliner serta fashion.
“Tolong bangun Kampung Sunda dan Mais. Di Soreang itu ada mall besar tapi gaya Sunda. Ada Mais tempat berpameran internasional. Itu visi misi kita.” Kata Kang DN.
“Saya ingin mendorong Sahrul. Kenapa saya ikut? Karena saya ingin pembangunan ibukota (Soreang) selesai. Terus pembangunan di daerah (desa) dikuatkan.” Tandasnya.
DN kecewa ketika kawasan GBS dibangun fasilitas lain yang tidak ada relevansinya dengan konsep awal rencana tata ruang ibukota Soreang.
“Der ayeuna ngabangun naon…tidak konek antara GBS dengan itu…padahal itu untuk danau, di pinggir danao ada padepokan silat, angklung, jaipongan, padepokan wayang. Setiap sore bisa ditonton.Dengan munculnya kuliner,fashion, kesana wayahna bajuna baju adat Sunda. Mau beli mau sewa ” Ujar Kang DN.
“Di negara-negara lain itu punya eu…Chines Town,Japanese Town, Corean Town. Nah di kita Sunda Town. Lamun jalan ka kota Bandung tidak sah kalau dia tidak jalan-jalan ke Kampung Sunda.”Imbuhnya.
Dikatakan bahwa pernah ada kerjasama dengan salah satu perusahaan asal Perancis untuk penataan kota Soreang. Baik dari segi pengelolaan lahan hijau maupun tata kelola air.
“Dibantu sama perusahaan dari Perancis untuk penataan kota Soreang. Bagaimana lahan hijau terabadikan, cai tetap teramankan ketika kemarau, ketika hujan juga tidak banjir, itu sudah sampai ke sana. Investos dari Korea juga siap untuk kolaborasi, antara Kampung Sunda dengan Corean Town ada kesamaan visi.”Tandasnya.
DN menginginkan di Soreang itu ada industri olahraga dan industri budaya.
“Jadi kota (Soreang) itu nanti Jalak Harupat tinggal taman, perluasan wilayah. Karena Jalak Harupat bukan sekedar pusat olahraga tapi jadi.. industri olahraga.” Ujarnya.
“Sunda Town itu jadi industri budaya. Di Bali hanya tari kecak, barong, tapi terjual tiap sore. Di Bali sambil begini (ngobrol) ada kecak, di urang kan seninya banyak tapi tidak jadi artos.” Imbuhnya.
Di Soreang sudah dibangun gedung ormas Islam sebagai pusat keagamaan. Sejatinya dipadukan dengan adanya gedung haji, tempat latihan manasik haji dan pengadaan sejumlah fasilitas pendukung lainnya.
“Nah belum selesai itu pusat religi. Pusat keagamaan. Dimana di situ sudah dibikin gedung bersama. Ormas (islam). Nanti dipadukan dengan gedung haji, pinggir ormas itu kan masih lega, pembebasan, nah itu eu…haji..eu pusat latihan haji ada ka’bah, ada kapal, naek kapal.”Kata Kang DN.
Menurutnya latihan manasik itu bukan sekedar doa tapi agar tidak gaptek diperkenalkan juga bagaimana caranya naik kapal,cara menggunakan sabuk dan menggunakan toilet di kapal.
“Jadi manasik itu bukan sekedar manasik doa tapi di kapal tidak gaptek, di hotel tidak gaptek, di kapal terutama pan bagaimana menggunakan sabuk,bagaimana menggunakan toilet,itu, saya rencananya itu.” Katanya.
Di dua tahun terakhir sisa masa kepemimpinannya pada periode kedua sebagai bupati Bandung, Kang DN ingin mewujudkan agenda rencana tersebut.Namun karena datangnya wabah Covid program tersebut tertunda.
“Karena datang Covid, jadi dua tahun berakhir saya udah menyiapkan langkah break down itu, ada larangan mendagri karena eu covid sudah masuk Hongkong, diprediksi masuk ke Indonesia.Anggaran DBH dari Jakarta di tahan.” Pungkasnya.***













