BANDUNG – KABAR MERDEKA | Puluhan hektar sawah di Blok Bojongnangka,Desa Kopo,Kecamatan Kutawaringin,Kabupaten Bandung,Jawa Barat, terancam gagal panen. Akibat diterjang banjir yang terjadi pada Kamis malam (30/11/2023), sekitar pukul 22 WIB.
Selain merendam puluhan hektar sawah banjir juga merendam bangunan Tempat Pengolahan Sampah (TPS) dan menghanyutkan tumpukan sampah yang tersimpan di TPS tersebut,hingga sisa-sisa ceceran sampah berserakan diareal persawahan.

Seorang warga Kampung Muara,Amad (72 tahun) mengatakan,banjir yang melanda kawasan persawahan Blok Bojong Nangka sebelumnya terjadi hanya delapan tahun sekali,namun sekarang hampir berlangsung setiap tahun pada saat musim penghujan.
Seringnya kawasan tersebut dilanda banjir,menurut Amad, sejak dibangunnya jembatan penghubung kampung Muara dengan kampung Bojongnangka. Laju air sungai Ciwidey tersumbat di bawah jembatan disebabkan banyaknya volume sampah dan sejumlah material lain yang hanyut ke sungai dan tersumbat di mulut jembatan. Sehingga air meluber naik ke atas menuju persawahan.

“Kapungkur mah kajantenan banjir kieu paling mung 8 taun sakali. Nanging ayeuna mah banjir teh saban taun tiap musim hujan (Dulu kejadiam banjir seperti ini paling 8 taun sekali. Tapi sekarang banjir terjadi setiap tahun tiap musim penghujan),” kata Ahmad dilokasi kejadian.
Saat itu Ahmad sedang meninjau sawah miliknya sehari setelah diterjang banjir. Dia mengalami kerugian yang cukup besar karena tanaman padinya mengalami gagal panen.

Sebelumnya diberitakan,banjir juga sempat merendam perkampungan di Desa Cilampeni Kecamatan Katapang, yakni kampung Lebakmuncang dan kampung Murci. Juga kampung Ciseah dan areal pekuburan Kubang di Desa Pameuntasan Kecamatan Kutawaringin.

Berdasarkan pantauan Kabar Merdeka penyebab terendamnya Kampung Lebakmuncang oleh aliran air sungai Ciwidey yang meluap akibat kondisi sungai Ciwidey berkelok dan menyempit dengan adanya bangunan pabrik yang menghimpit badan sungai di kedua arah.(Lili Guntur)***













